Pages


ko aku terus yang harus berkorban.. mang tak ada orang lain lagi yang siap untuk berkorban..keenapa si? suka banget liat aku menderita, lah bukan kamu saja kali yang suka liat aku menderita, bahkan semua orang kayanya tertawa ketika aku menangis... itu yang terjadi dengan kita .. begitu pintar kita merekontruksi dan mendramatisir semua masalah yang terjadi dengan kita... kita begitu lihai membuat alibi dari semua sebab yang terjadi, dan tau ga tau sadar ga sadar alibi kita selalu menguatkan kita bahwa kita lah yang paling menderita dan kita lah yang paling tidak beruntung....


sudah mah sakit kita suka menyakiti hati kita, hal yang mendukung dan membuat kita terluka selalu kita ingat ingat, tak jarang kita jadi makan hati, yang tadinya hanya kejadian yang sepele bisa jadi berbuntut panjang, dan bahkan dendam tujuh turunan, pintr ...pintar...


pernah berpikir untuk menyederhanakan semua nasib yang kurang baik yang terjadi bagi diri kita? kaya kita lebih memilih membalas atau kalo bisa akan lebih sakit balasannya dari pada yang kita lakukan, boleh jadi kita hanya terkena ludah, tapi kita akan membalasnya dengan ludah yang lebih bayak dan lebih menjijikan dan kalo merasa belum puas ditambah sedikit bumbu sumpah serapah....tapi ketika kita mencoba berpikir sederhana, anggap semua ini adalah takdir yang harus kita hadapi, dan kita akan mendapatkan kebaikan ketika kita tidak membalas, atau lebih baik lagi membalas dengan kebaikan... atau kalo lebih sederhananya gini "semakin jahat engkau padaku, maka aku akan semakin baik kepadamu"


berlaku baik pada teman itu hal biasa, dan semua orang bisa melakukan hal itu... tapi lain halnya dengan para abdi kebaikan maka mereka akan menebarkan kebaikan bagi semua, tak perduli siapa dan dimana>>>tak perduli terbalas atau tidak... tak perduli di hargai atau tidak... karna kebaikan baginya adalah harga mati yang harus berlaku pada setiap aspek kehiupan..bagi mereka dunia adalah lahan tempat memberi bukan mengeluh atau membalas..


ucapkan terima ksih ketika ada yang membuat kita terjatuh dan merasa tersakiti, karna kita sedang diberikan sebuah ujian, beruntunglah karna kita sedang disaring yang dapat membedakan mana emas mana loyang, mana pasir mana biji timah... semoga kita bisa bersabar dan sadar kerna semua akan kembali dan akan kita petik.


berkorban sediikit apa lah arinya karna disana akan ada kebikan yang banyak, tapi karna yang selangkah itu kadang berhubungan dengan ego dan perasaan kita, atau istilahnya selangkah yang menentukan... karna " dalam semua ada sesuatu dan di balik sesuatu ada semua"

0 komentar:

Posting Komentar