Pages

0
kenapa aku menjadi cengeng begini, untuk urusan yang tak penting pula, tapi mungkin ini lah batas dari semua kekesalan, penyesalan dan keprihatinan diri ini, maaf Tuhan, kali ini aku menangis, dan tangisan ini bukan tangisan karena mu. aku ingin berusaha tegar tapi akhirnya aku rubuh dan rapuh, aku menyesal dan hati sakit sekali karena air mata ini sia sia..

tak tau awal mulanya bagaimana, semua lalu jadi begini, mata ini perih dibuatnya tiba tiba, dada juga jadi sesak.. lalu hidung juga, mulai bereaksi mengeluarkan kotorannya, lalu tanpa bisa dibendung lagi, dada ini meledak dengan semakin sesaknya aku bernapas, dan aku menangis, tangisan yang aku rasa tidak di perlukan sama sekali, tangisan yang aku sesali, tapi aku menangis, dan aku tak tau harus bagaimana....!!

hanya menundukkan muka.
dan maafkan aku.


0
lama dinanti tapi dia tak kunjung tiba.. apa yang salah dan apa hambatan yang terjadi, sudah agak bosan saya dengan ritual seperti ini, memainkan jari dengan jari, tapi dia tak kunjung jua... simpan buku ini, buka buku itu, acak sana acak sini, tapi yang dicari tak ketemu juga.. apakah ini hanya sebuah pengalihan??? ku tak tau tapi yang pasti aku sudah melakukan berbagai kreatifitas tapi tak jua mengusir penat ini...

da tiba tiba emosi ku meluap, mirip air bah, semua begitu tiba tiba... yang awalnya hanya biasa biasa aja, jadi agak kerepotan aku dibuatnya, karna banyak sampah yang dia bawa, dari mulai menggerutu, aku maki semua, aku moncongkan bibir ini, biar orang semua tau bahwa aku lagi kesel dan ga mau menunggu, walau dalam hati aku juga sadar, apa salah mereka??? mereka hanya terkena getah dari amarah aku, tapi biarlah itu salah mereka, salah mereka mau mendekatiku, mau peduli sama aku.... salah aku si lebih banyak. tapi ga apa apa kali, sekali kali berbagi kekesalan dengan orang sekitar.

waktu kayanya merangkak sekali berjalan. tak tau gimana kayanya jarum jam dibebani dengan berton-ton besi, hingga, semakin lambat dibuatnya, apa salahku Tuhan...!!! ih sob jangan kaya gitu.. salahmu tuh banyak, hati menimpali, tapi ya sudahlah.....mestinya engkau meminta ampun frend... tapi dasar hati yang sudah mampet, semua itu tak dihiraukanya juga,, dan seribu satu...macam penyakit mulai menjalar dan menggerogoti diriku...

tapi. sayang dia tak kunjung datang...!!!! tapi apa si yang kau tunggu si sobat??? sampai sampai muka mu menjadi sepet dan asam seperti itu, salahmu apa....!!! ko dia sampai menampakkan batang hidungnya aja di mukamu takut sekali..
sebenarnya aku tak menunggu siapa siapa, aku hanya bosan dengan apa yang aku perbuat belakangan ini, hanya melakukan aktivitas yang sama dari waktu ke-waktu....aku mau yang bari..dan aku ingin pergi..

ini salahmu, karena kau yang berbuat kenapa aku yang harus bertanggung jawab.....kata hati yang memperingatkan diri.
0
berulang kali, dosa yang kulakukan tak membuat Engkau marah dan benci kepadaku, Engkau masih sama selalu menyayangi aku, tak terhitung berapa ratus kali aku menduakan Mu, tapi Engkau tak meninggalkan ku, Aku begitu Kufur dengan apa yang telah Engkau berikan secara cuma cuma tapi Engkau tetap menyembunyikan segala Kesalahanku..

ya Allah hanya Engkau satu, dan tak mungkin tergantikan jangan jadikan aku orang yang tak sadar akan kesalahannya, jadikan lah Aku orang yang selalu ada di sisi Mu, yang akan selalu Kau peringati ketika aku melanggar batas, akan selalu Kau bimbing dan jaga ketika aku dalam Taat...

Ya Allah jadikanlah aku orang yang selalu berprasangka baik kepadaMu...
0
dilupakan selalu dilupakan itu yang kita jadikan terhadap tuntunan kita, selalu sok sibuk, selalu dianggap enteng, sehingga bagai dimusim kemarau, jiwa kita menjadi gersang dan mekin kering, kita makin mudah putus asa, dan pandai sekali menyalahkan...pribadi yang keras kepala penuh dendam dan kesumat sepanjang hari, makian kadang terlontar dari lisan kita yang tak kita basuh dan cuci dengan dzikir, sehingga mulut kita menjadi beracun bagaikan ular yang akan menyembur kepada siapa saja yang tidak kita senangi..

kesibukan kadang menyita kita, sehingga kita penat dan lusuh, tapi ketika kita lupa tujuan itu akan jauh memperkeruh suasana, seyogyanya kita jadikan ajaran dan petujuk nabi sebagai sebuah oase yang akan membuat kita tentram, jernih kembali karna dibasuh dengan kesejukan yang menghampiri diri kita. jadikan lah apa yang diwariskan kepada kita sebagai suatu keramat yang titah dan aturannya harus kita laksanakan setiap hari baik itu secara terpaksa ataupun tidak karena itu akan mengantarkan kita kepintu kebahagiaan yang abadi yang tak ada lagi namanya kerja keras, kesedihan.. yang ada hanyalah kebahagiaan yang sempurna.

ketika kita songsong pagi kita dengan sebuah agenda dan rutinitas yang mulia, maka kita akan menghadapi dan bahkan mengakhiri hari itu dengan sempurna..
bacalah Quran setiap hari atau pun secara berkala, jangan pernah lupakan ia.

0