Pages

0
ga aada arti, cuma kosong, melompong kaya gigi ompong, makan sukro, ga kegigit malah ngegelinding, ditelen takut sakit ga ditelen kaya peremen, tapi ga manis, ampun memang tapi begtulah ga ada arti hanya iseng.
ga ada maksud apa apa, hanya menyalurkan kegalauan yang ga tau arah, ga tau tujuan, dari pada seradak seruduk seperti orang mabuk lebih baik coret coret, walau kaya monyet aku katakan aku ga peduli...
hanya iseng ga lebih dan jauh...
0
setiap kita pasti ingin berubah... dan harapannya pasti mau menjadi lebih... baik itu dalam harta, tahta atau jabatan..begitu pun dengan pasangan, selalu ingin menjadikannya lebih baik.

tapi, yang namanya pergantian selalu ada dua hal..dan selalu butuh proses, salah kita ketika kita mau perubahan yang instan, dan selalu mengharapkan yang terbaik, karna yang nama nya tersebut juga bertalian dengan takdir allah...

tapi, selalu berniat dan berusaha menjadi lebih baik adalah keharusan..
dan itulah yang terjadi pada teman ku.
0

hari ini hujan tak berhenti, sejuk aku dibuatnya, becek dikit ga papa, tapi polusi banyak agak berkurang, hujan tuh kecil dan besar sama aja, sama sama indah... suara alam yang membuat kita terlelap dan menikmati kedamaian...

hujan itu adil ga kaya ga miskin semua dibagi rata, samua dalam takaran yang sama... rintik rintik lalu kadang menjadi deras, tapi tak akan melukai kulit pastinya... aku suka sama hujan suka dengan semua sipat yang dibawanya, menumbuhkan dan menjadikan semuanya kembali tersenyum dan mekar... menjadikan yang gersang sejuk, menjadikan setiap orang penuh harapan..

jangan pernah menyalahkan hujan yang mengalir dan teratur.... karna dampak yang kadang dibawanya, itu bukan kesalahan dia. tapi itu kesalahan kita yang telah menghabiskan tempatnya bernaung dan menjadikannya cadangan bagi kehidupan kita... kita yang selalu memaksa bahkan tanpa kompromi menggali lubang sendiri sehingga kita yang terkena akibat yang ditimbulkan.

hujan selalu membawa air yang jernih, bukan air keruh yang penuh limbah yang kita lihat dibantaran kali kita... bukan itu dia adalah metamorfosis dari semua kejelekan yang telah kita lakukan karna dia ikhlas limbah yang kita buang dia kembalikan dengan kebeninggan, tapi karna kita selalu membuang dosa semau kita maka lambat laun semua terkotori... hujan memjadi dibenci.. bagi sebagian orang yang tidak sadar dengan apa yang dia lakukan..

hujan hari ini, esok atau lusa adalah anugrah. dan akan tetap menjadi anugrah ketika kita belajar menghargainya, dan menghargai ya
ng menurunkannya... hujan adalah bukti cinta yang merata dan pandang bulu...bukti kasih yang lembut dan akan selalu membasuh semua daki dari angkara, murka serta dosa dosa manusia....
seperti halnya hujan... aku pun ingin menjadi sepertinya, dirindukan dan dinanti, serta memberikan kehangatan dan ketenangan bagi siapa yang mendengar dan menikmatinya.


aku suka hujan dan aku juga suka kamu...dan memandangmu dari jendela bekas hujan adalah kesukaanku..... aku suka hujan dan aku juga suka kamu..
0

terlalu pandai memblowup setiap persoalan yang ada. yang tadinya hanya sebatas cerita dan prasangka, menjadi dakwaan yang tanpa alasan.... memang kita dituntut untuk peka tapi bukan terlalu peka dengan hanya membuat masalah yang kita hadapi semakin rumit dan ribut..

salah sangka bisa jadi salah persepsi, salah persepsi bisa jadi salah arti, salah arti bisa jadi salah sikap... salah sikap...hati hati karena kita akan membuat seseorang atau salah satu orang yang disekitar kita merasa tersakiti, pelan dan biasa, tapi semua itu membekas...

salah sangka... hanya boleh dalam kebaikan tidak boleh dalam keburukan karena akan menimbulkan kecurigaan dari kecurigaan akan timbul kebencian karna semakin curiga ditumpuk akan membuat kesalahan dan perasangka yang tak beralasan sehingga kita bisa menyimpulkan kesalahan.... karna semakin kita berprasangka kita akan semakin berteman dengan dosa.. lebih baik segera maju dan lantas tanyakan apa yang terjadi jangan sampai menjadi cerita yang tak berkesudahan dan bagaikan duri dalam sekam....

jangan kau katakan aku adalah pecundang...karna aku bukan seperti itu, aku tidak berhak mendapatkan gelar itu karna aku lebih dari itu, buruk dari pada pecundang, karna aku pengecut, aku tak akan bejuang, aku tak akan memperjuangkan apa yang inginkan karna kau tak memberiku peuang untuk aku memperjuangkannya, dan aku pun malu harus mulai dari mana dan dari siapa...

jangan katakan itu layu, karna untuk mekar aja tak mampu... karna akulah produk gagal yang dihianati dengan rasa pengecut dan tak menghargai peluang dan kesempatan yang ada...
0

manusia itu gelisah, selau ngin tau, bawel dan rewel....ga pernah puas dengan yang ada, dapat yang satu dibilang yang lainnya adalah obsesi aatau impian, ga salah ketika manusia dikatakan lebih dari hewan, makhluk busuk yang maruk ga kenal s apa saudara siapa musuh, seladak seluduk walau ga punya tanduk, tak peduli apa yang telah ditimbulkan....

wah...itu aku adanya... aku ada dan begitu, ga tau malu walau selau membuat orang terpasung, selalu buat emosi walau orang masih sabar... inilah dia si idiiot yang berlaga, ingin berjaya walau kaya bungon selau berganti kulit tergantung dimana hinggap, dasar manusia ga punya pendirian...merah dibilang biru, biru dibilang putih... dan parahnya laga unggu dibilang kelabu...

manusia idiot penuh sensasi, pandai sekali menipu jati diri, kadang seperti malaikat, kadang seperti iblis, tapi kadang kadang ga tau arah kemana melangkah, tapi tetap sik tau, walau hatuh trerjatuh dan jarang terbangun lagi, karna terlalu banyak lupa yang didapatkan.....


percakapan idiot antara si bodoh dan si muka dua...
tunjukan dong....
buktikan jugalah..!!!
katakan iya ....
jangan ragu juga katakan tidak....
selau membuat orang bertanya dan berada dalam prasangka.....
semoga aku menjadi yang apa adanya, seperti fitrah dariNya.,
0

jangan kau halangi aku, jangan pernah kau coba mencegah apa yang akan ku keluarkan dari mulutku ini... semua apa adanya dan tak pernah aku tambah... walau ku katakan ini hanya bualan tapi ini nyata adanya.


aku bukan pembual sejati, tapi sejatinya aku adalah pembual, yang coba menyatakan ini dengan berlebih, tapi dalam artian bukan membuatmu menjadi kecewa tapi atas dasar kekagumanku padamu, sehingga aku tak bisa mengungkapkan nya kalo hanya lewat sebuah kata, tapi aku merasa semua tak sebanding dengan keindahanmu...

aku katakan kau mempesona, bukan karena kau perlihatkan pesonamu, tapi semakin kau sembunyikan pesona dirimu, semakin aku terpesona dibuatnya...

aku tau kau bukan pembual sepertiku, tapi biarlah aku berikan bualan bualan ini padamu, karna aku begitu ter kagum kagum padamu. ingin ku milikki sipat luhur sepertimu, yang mempesonakan ku dalam diammu, yang membuatku menjadi pembual amatiran, tapi aku sangat bangga bisa memberikan bualan ini untukmu... walau mugkin kau tak tau dan tak pernah merasa.. tapi paling tidak ada bukti nyata bahwa aku pernah terbuai dan menjadi pembual karenamu..

aku mengagumimu.....tulus dari dasar hati...!!!
0
kalimat yang indah adalah susunan dari kata-kata, mustahil orang bisa membut kalimat yang indah ketika dia tidak mengethui arti dari kata yang dia katakan... semuaua berasal dari kesederhanaan, langkah yang kecil yang digeluti yang akan menjadi besar pada akhirnya, tapi kadang kala kita tidak sabar, semua ingin cepat sempurna, dan cepat terselsaikan....

bermain dengan kata adalah bermin dengan perasaan, dari awal sebuah kata akan muncul sebuah cerita, tak usah dipungkiri banyak diantara kita berucap tapi tak bertanggung jawab dengan apa yang dia ucapkan, atau istilah kasarnya lempar batu sembumyi tangan..
berani mengatakan tetapi lari dari konsekwensi serta tangung jawab....

hanya dengan sebuah kata itu bisa menjadi pembeda, antara seorang yang diridhoi dan orang yang dimurkai, jangan heran dari kata yang sangat sederhana kita bisa menjadi orang yang paling beruntung, sebagaimana abu bakar, tapi dengan tanpa dan kata yang tidak baik seseorang bisa menjadi kekal dalam penyesalan...

setiap detik aku selau berpikir kata yang tepat apa dan bagaimana untuk menanjungmu, mengutarakan maksud yang baik, tapi selalu takut dan ragu, bukan karna tidak punya nyali atau kendali, tapi kadang aku takut akan kekecewaan dari janji yang mungkin akan datang bersama denganya... karna dengan kata ini aku akan dan berharap kita dapat menerima kebikan serta keburuka masing masing, bukan untuk dirahasiakan tapi untuk kita benarkan dan kita benahi bersama-sama.. tapi aku masih tetap ragu bukan karenamu aku ragu, tapi karenaku yang takut mengecewakanmu... mengecewakanmu dengan apa yang ada pada diri ini.....