Pages

0

malam ini ku teringat kau, teringat kata katamu, senyummu dan dan tingakahmu. kau begitu semupurna dimataku, dan tak akan kurafukan itu. mataku serlalu menemani setiap gerak langkahmu, tawamu yang renyah yang tak tau terbuat dari apa, tapi kalo aku rasakan itu mengalahkan makannan ringan yang pernah hinggap dalam lidahku.

menyapamu, membutuhkan sejuta pertimbangan, antara dipermalukan oleh perasaan sendiri dan perasaan cemas yang aku bayangkan sendiri..untuk menungkapkan sebuah kata aku bagaikan anak anak yang baru belajar, otakku jaditumpul dan keberanianku menjadi ciut dan nyaliku kabur atau hilang dirampok orang, hingga aku masih disini dibalik semua ketakutan menatapmu.

bila kau harus pergi aku tak akan keberatan, dan ketika kau harus memilih jadikanlah aku sebagai alternatif terakhir yang akan kau pilih,bukan aku tak mau dipilih, tapi katika kau memilihku itu sebuah banjir anugrah dan aku takkut, menjebol kanal kanal pertahannan cintaku, dan kau akan tenggelam dan aku tak mampu menyelatkamu..pergilah jika kau harus pergi tapi ketika semua sudah menutup pintu aku masih disini dipintu ini dan akan selalu kubukakkan untukmu, didermaga ini dipelabuan cinta terakhirmu, dibatas ketakutanmu dan diujung harapanmu..aku akan ada..dan jangan pernah kau ragukan itu..aku akan membawamu menuju pelangi untuk menari dan maewarnainya, dengan warna warna kehidupan.
0

berpura pura acuh...walau takbisa dibohongi hati ini meronta untuk memulai menyapa dan bertukar kabar berita, bercerita, berbagi dan salaing mendoakan pada akhirnya...tapi hati siapa yang bisa dibohongi semua begitu dalam alur dan tak tersadar semua sudah menuju kearahnya.

membuat sensasi tak membuat kau menyunggingkan dan memalingkanmu untuk sedikit menoleh kepadaku..apakah aku harus jujur dengan apa yang ada...tapi sudahlah kejujuran bukan barang yang mudah untuk terjadi..karena aku takut akan konsekwensi apa yang akan aku dapat..biarlah ...dan semoga kearah yang aku harapkan..

banyak perhentian aku kunjungi..tapi hanya untuk berhenti,tak ada maksud untuk menetap disana..karena aku sudah tertutup kabut rumahmu..dan semoga saja itu bisa aku kunjungi disuatu hari dan waktu..

adakau disana, yang tak tersadar sedang aku nanti, yang tak tau harapanku, yang tak akan ku ganggu sampai aku tau isyarat tuhan bahwa kau akan kembali dan datang kepadaku.

kau disana ....
dan aku disni..
dan kita saling mengacuhkan..
walau aku peduli...
tapi tak tau denganmu.....