
malam ini ku teringat kau, teringat kata katamu, senyummu dan dan tingakahmu. kau begitu semupurna dimataku, dan tak akan kurafukan itu. mataku serlalu menemani setiap gerak langkahmu, tawamu yang renyah yang tak tau terbuat dari apa, tapi kalo aku rasakan itu mengalahkan makannan ringan yang pernah hinggap dalam lidahku.
menyapamu, membutuhkan sejuta pertimbangan, antara dipermalukan oleh perasaan sendiri dan perasaan cemas yang aku bayangkan sendiri..untuk menungkapkan sebuah kata aku bagaikan anak anak yang baru belajar, otakku jaditumpul dan keberanianku menjadi ciut dan nyaliku kabur atau hilang dirampok orang, hingga aku masih disini dibalik semua ketakutan menatapmu.
bila kau harus pergi aku tak akan keberatan, dan ketika kau harus memilih jadikanlah aku sebagai alternatif terakhir yang akan kau pilih,bukan aku tak mau dipilih, tapi katika kau memilihku itu sebuah banjir anugrah dan aku takkut, menjebol kanal kanal pertahannan cintaku, dan kau akan tenggelam dan aku tak mampu menyelatkamu..pergilah jika kau harus pergi tapi ketika semua sudah menutup pintu aku masih disini dipintu ini dan akan selalu kubukakkan untukmu, didermaga ini dipelabuan cinta terakhirmu, dibatas ketakutanmu dan diujung harapanmu..aku akan ada..dan jangan pernah kau ragukan itu..aku akan membawamu menuju pelangi untuk menari dan maewarnainya, dengan warna warna kehidupan.

