Pages

0
ngelantur ga karuan lah aku jadinya, lupa arah, karna hilangnya tujuan, tapi ga apa apa, karna aku juga lagi ga mau mukirin apa apa dan siapa siapa, ga kamu, ga aku, ga dia, atau pun kita... pokoknya ga semuanya, ingin kabur, tapi rasanya bumi ini terlalu sempit, karena kemanapun aku pergi serasa selalu ada yang mengikuti, smakin bersembunyi semakin terasa diperhatikan, semakin menjauh ternyata semakin terasa ada yang mendekati, nafas menjadi berat, terasa setiap tarikan nafas ada yang menarik, dan aku malah semakin takut.
anjing yang menggonggong, ga tau apa yang salah dengan aku, tapi sempat tersingung juga hatiku, dia kira mungkin aku pejantannya.. ga janji ya, atau mungkin dia kira aku maling kali, padahal berulang kali aku lihat mukaku dia kaca ga ada yang salah, ga mungkin lah maling kaya aku, tapi mungkin yang ada sebaliknya, tau lah.. tapi sumpah sempat membuat kaget juga, tapi tak apalah, karena bisa berkaca diri, jangan jangan ada yang salah dengan diriku...
bintang film seronok, jalan menggal menggol kaya bebek yang lagi mau bertelor, yayaya.... mungkin juga karena dia juga tau apa yang kita mau, sehingga dia ekploitasi apa yang dia punya, walau bagi sebagian yang tau itu indah.. tapi mengandung racun... tapi ya sudahlah, berhubung dia melintas di hadapanku, tak sengaja sih mulanya, tapi, ya sudah lah, aku terbawa suasana, kujamahi juga dia dengan pandangan malu malu dan lugu ini, tapi mengandung sejuta testoron, tapi maaf lah... ini bukan salahku, karena kamu yang mengundangku.. wajah kita semakin dibuat tak berdaya sudahmah bintang filmnya seperti itu, tambah lagi dengan produser mesum... yang cuma punya tujuan bejat, mencari uang ga peduli dengan apa efek yang dihasilkan, film murahan yang serba menjuruspun terciptalah, dengan balutan film komedi dan horor semua tersajkan, dan itu lagi lagi terjadi, kita hujat tapi juga kita nukmati....
sampah..semua sampah termasuk aku, yang masih hidup saja sudah bau busuk, dari ucapanku, tingkah lakuku, dan apapun yang aku lakukan lupa diri......
ga nyambung... ya sudahlah..biarlah aku ga perdulu.......
hanya hidup dan jalani....(dasar hewan)
0
seandainya iklah salah satu produk telekomunikasi itu nyata.... pasti ibunya langsung jantungan tuh.... tiba tiba punya anak udah berkumis, minumnya ga mau asi lagi malah mau minum kopi....dasyat sudah saya jamin...!!!

ternyata tanpa kita sadari kita semua paham bahwa semua butuh proses, tidak bisa langsung instan terjadi dan kita dapatkan, kalo semua tiba tiba pasti kurang seru, dan ga ada kesan yang mendalam, dan ketika semua tiba tiba takutnya kita juga jadi jantungan... kalo itu semua hilang seketika...

semua butuh waktu. aku tau mungkin tak ada apa dan bagaimana aku itu, tapi yakin nanti dan akan kamu akan.. aduh bukan nyumpahin tapi da gimana ya, sudah berulang kali aku meminta dalam hati tapi belum juga ada terjadi sebuah keajaiban, tapi yakin suatu saat semua akan terjawab, kau akan mendapatkan anugrah yang terindah berupa aku, hehe...bukan narsis atau sobong, karna aku itu the only, ga ada yang nyamain apa yang aku puya, walaupun kamu ga tau, dan biarlah ga tau, karena kalau kamu tau aku takut malah semua malah akan semakin runyam, aku di tolak kan ga enak hati... kalo diterima ya itu adalah sebuah harapan...

pesonamu makin memancar dalam ketidak berdayaanku, kayanya kau malah semakin menjauh dan bersinah, tetapi aku malah semakin redup dan mengecil, tapi ga apalah, asal kan masih bisa menerangi jalanmu itu pun aku senang, eh malah jangan kau hiraukan aku, aku takut malah besar kepala dan hilang tulusnya, biarlah semua pesonamu di sinarkan waktu,..dan semoga aku kau tau lalu mau, tapi kalo ga juga ga apaapa. kareba aku ingin menjadi aku dan apa adanya..
0
sudah berapa lama hati kita mulai membatu..??? semakin kesini kita semakin membunuh rasa kemanusiaan kita, mulai dari rasa cuek karena kita juga merasa punya masalah, sampai hilangnya rasa kepedulian..
ketika kita melewati jalan dan terlihat ada orang yang kurang beruntung, jangan jangan prasangka kita yang lebih dahulu kita kedepankan. tidak mau memberi karena alasan mereka terorganisir ga mau bersedekah karena alasan kita juga punya masalah, lalu dimana kita simpan rasa kepdulian kita yang ketika kita lahir begitu besar dan tumbuh dengan subur, tapi semakin lama semakin gersang..!!! atau jangan jangan kita juga akan berkata ini semua berasal dari abu pulkanik yang sekarang lagi sering kali kita bicarakan, itulah kita selalu mencoba mencari jalan keluar dengan menjadikan dan membuat kambing hitam, alasan selalu bermula dari orang lain yang kita dahulukan, karena kita begitu pengecut untuk mengakui diri, bahwa kitalah penyebab semua kesusahan ini..

pintar sekali kita membuat alibi, tapi amat teramat sangat bebal untuk mengakui kita adalah aktor kegagalan, kita takut dianggap tidak peduli, sehingga ketika suatu ketika kita peduli belum cukup rasanya hanya kita dan Tuhan kita yang tahu... membantu korban seperti halnya merapi di jadikan alat untuk eksploitasi dan memcari simpati, apakah kita masih dikatakan orang yang peduli...!!!

aku kecewa dengan keadaan ini, kecewa kepada diri yang hanya ingin diberi dan kadang sangat berat untuk memberi, kecewa karena untuk sebuah kebaikan akan berpikir seribu kali dan selalu curiga dengan penggunaannya, padahal kita juga tau bahwa harta yang baik akan mendekatan kesurga atau kebikan kebaikan yang lainnya, sehingga orang yang mendapatkan harta yang baik dari kita akan menjadi orang baik pula, apa jangan jangan kita sudah diselimuti oleh makanan yang ga jelas yang membuat kita juga ga jelas dalam bersikap, sehingga untuk melakukan segala hal kita juga jadi gamang.. apa jangan jangan apa yang kita makan adalah harta haram.. yang bukan membuat gamang lagi tapi malah membuat kita untuk menolng dan berbuat yang berarti, yang membuat kita enggan untuk melangkahkan kaki ke mesjid, yang membuat kita enggan untuk mengulurkan tangan kita ketika ada yang memerlukan, ketika hati kita pun sudah mulai terserang daki yang jangankan membantu untuk sampai terharupun itu amat teramat sulit...

kita berdoa, semoga kita tidak selalu menjadi orang yang diujung, yang selalu bingung menempatkan diri....