deadline sudah didapat tapi harapan masih melayang, pikiran masih ruwet, kaya benang kusut, ngejalimet, sampai pusing karena cape mikirin apa yang mau dilakuin, udah ada yang mau dilakuin bingung cara ngejalanin.. semua serba tak menentu, nguap nguap akhir ceritanya, berbaring mulai diniatkan, tapi serta merta ngantuk melayang, kosong pikiran dimasuku khayalan, kadang baik, tapi ga dipungkiri juga negatif... cape-cape.
kaleng rombeng ditendang, klontang, ada air di dalamnya muncrat, orang lewat sempat kaget karena ngejembreng, tapi yang labih kaget air baunya, ngjiprat bagai kilat ditengah hujan, gede lalu gluduknya juga keras... orang ketakutan merinding bulu kuduk, serasa dikejar maut, diteriaki malaikat, seperti lagi mau sekarat, tapi semua hilang ketika senang, yang ada hati yang kerontang karena sering tertawa ga jelas, mulut terbuka tertawa ngakak, untung ga ada lalet kalo masuk jadi keselek, rada kaget tapi karena terlanjur ditelen juga, tapi ya sudah semua nikmat itung itung lauk nasi.
bagai gerakan slow motion semua serga lambat tapi indah. digampar juga indah kayanya kalo dalam gerakan ini . . . . semua tidak berasa tidak bertenaga...... tapi menyakitkan
ga jelas.. emang iya... ga ngerti emang iya.... itulah gambaran utuh diri ini....
0
kata orang di surga tak akan lagi kesedihan, yang ada hanyalah sebuah kebahagiaan yang akan selalu kita dapatkan, tidak ada lagi kebossanan dan tidak adalagi ibadah ritaul yang selalu kita lakukan. kita hanya makan, tertawa, dan bercanda dengan keluarga.
tear in heaven..... will be there??
let see...but before we know, we have to enter the heaven first.
tear in heaven..... will be there??
let see...but before we know, we have to enter the heaven first.
dimakan ga dimakan semua akan habis, ga peduli bermanfaat atau ga semua akan berakhir, habis manis sepah dibuang itu istilah yang sering kita dengar, ga salah memang tapi carilah tempat yang pantas untuk membuangnya..
kami manusia, ada moral, logika pun jalan tapi perut lapar semua kita sikat ga ingat kawan, lawan apalagi adanya, habislah sudah sudah habis tapi ga pernah teriak, ketika kita mau maka kita bicara ketika kita punya semua jadi serba diam dan ga perduli. . .kami manusia akan habis masanya dan akan kembali.
kami manusia, ada moral, logika pun jalan tapi perut lapar semua kita sikat ga ingat kawan, lawan apalagi adanya, habislah sudah sudah habis tapi ga pernah teriak, ketika kita mau maka kita bicara ketika kita punya semua jadi serba diam dan ga perduli. . .kami manusia akan habis masanya dan akan kembali.
Langganan:
Komentar (Atom)
