Pages

0

biarlah hati yang bicara, jangan biarkan mulut menyusun logika, semua menjadi tumpul adanya ketika aku mengharapkan dirimu hadir, sejenak walau hanya sesaat, tapi sesungguhnya harapanku menjalani selamanya bersamamu.

hari ini kesekian kali aku akui aku rapuh, mengusirmu dari kepalaku aku tak mampu apalagi ketika kau berada disampingku dan ku kau minta pergi, tapi biar lah...hari berlalu bulan bersianr melewati purnamanya tapi kau harus selalu yakin kau akan selalu dihati dan takan pernah terganti..

menantimu dalam doa dan harapan, untuk sekarang kau masih tetap tinggal dalam pikiranku.
dan sampai saat ini rasa ini belum terucap, dan bahkan kau pun belum mengetahuinya..aku akan selalu menyapamu dalam diam, dengan doa dan memperhatikanmu dari jendela.