Pages

0
hampir setahun yang lalu buah hatiku terlahir, indah, aku menjadi seorang ayah yang mempunyai tanggung jawab yang lebih, aku harus siap ya Allah, kuatkan aku
jari mungilnya menggapai gapai, tangisannya pecah, akupun demikian, menetes air mata ini, dan terisak bibir ini, ada kebanggaan dan rasa haru yang tanpa terasa menyelinap kedalam hati,
kulihat wajahnya bersih tanpa noda, tak ada kotoran yang menempel, kau anakku buah hatiku, putri kecilku, dan malaikat hidupku semoga engkau menjadi bidadari kelak disurga.
tangisanmu adalah suatu pertanda bahwa kami, iya kami ayah dan ibumu telah berubah setatus, dari seorang anak menjadi seorang ayah dan ibu. beda status beda juga taggung jawab, tapi kami harus siap dan soakan biar kami siap. siap memberikanmu pengajaran agama, mengenalkanmu dengan penciptam, mengenalkanmu dengan junjungan tercintaNya, dan semua makhluk bumi ini, menjadikanmu berbudi mulia, berhati malaikat yang hanya taat dan patuh kepada Sang Penguasa Alam Raya .
kau harapan kami, tapi mudah mudahan kami tidak membebanimu dengan harapan harapan semu, yang hanya akan kau buru lalu menghilang, kau minum lalu haus kembali, kau  makan dan akan lapar kemabali, tapi harap sebagai hamba allah, agar kau kembali menjadi bidadari sorga.