0
















itu kamu...


menyakitkan, ketika kita menginginkan utuh malah terbagi, dan ketika kita sudah disana dia masih berpikir dahulu, tanpa mau melupakan apa yang sudah dan mengganti dengan hal yang baru..

ketika aku begitu sulit tapi baginya itu bagi mudah siapa yang mulai siapa yang ngasih setandar,tapi ya sudah ingin kupotong keadaan ini karena aku ingin utuh setiap tapi masa itu membuatku berpikir untuk memotongnya..

marah, geram dan sedikit kecewa,tapi lambat laun mengakar, hingga semua kata kata yang sudah terucapkan tak bisa mendinginkan hati yang sudah diisi kemarahan, kecewa, kecewa..

kadang aku tak berpikir aku special, tapi ketika aku mendapatkan setengtah, aku akan sangat tidak terima, dan kita semua mengetahui itu, enyahlah, karena aku juga tidak akan berpikir kau sesuatu yang terindah..

hati ini lapang ketika semua pergi, dan kaupun harus pergi atau aku yang akan pergi.
kau bukanlah sesuatu maka cepatlah kau berlalu.
kau bukan segalanya maka cepatlah berakhir.
hilang dan jangan menampakan lagi.
biar punggung selamanya tidak bertatap muka dengan wajah.
aku kecewa......
biar dunia tanpa koma
dan lekas menjadi titik.
0

malam ini ku teringat kau, teringat kata katamu, senyummu dan dan tingakahmu. kau begitu semupurna dimataku, dan tak akan kurafukan itu. mataku serlalu menemani setiap gerak langkahmu, tawamu yang renyah yang tak tau terbuat dari apa, tapi kalo aku rasakan itu mengalahkan makannan ringan yang pernah hinggap dalam lidahku.

menyapamu, membutuhkan sejuta pertimbangan, antara dipermalukan oleh perasaan sendiri dan perasaan cemas yang aku bayangkan sendiri..untuk menungkapkan sebuah kata aku bagaikan anak anak yang baru belajar, otakku jaditumpul dan keberanianku menjadi ciut dan nyaliku kabur atau hilang dirampok orang, hingga aku masih disini dibalik semua ketakutan menatapmu.

bila kau harus pergi aku tak akan keberatan, dan ketika kau harus memilih jadikanlah aku sebagai alternatif terakhir yang akan kau pilih,bukan aku tak mau dipilih, tapi katika kau memilihku itu sebuah banjir anugrah dan aku takkut, menjebol kanal kanal pertahannan cintaku, dan kau akan tenggelam dan aku tak mampu menyelatkamu..pergilah jika kau harus pergi tapi ketika semua sudah menutup pintu aku masih disini dipintu ini dan akan selalu kubukakkan untukmu, didermaga ini dipelabuan cinta terakhirmu, dibatas ketakutanmu dan diujung harapanmu..aku akan ada..dan jangan pernah kau ragukan itu..aku akan membawamu menuju pelangi untuk menari dan maewarnainya, dengan warna warna kehidupan.
0

berpura pura acuh...walau takbisa dibohongi hati ini meronta untuk memulai menyapa dan bertukar kabar berita, bercerita, berbagi dan salaing mendoakan pada akhirnya...tapi hati siapa yang bisa dibohongi semua begitu dalam alur dan tak tersadar semua sudah menuju kearahnya.

membuat sensasi tak membuat kau menyunggingkan dan memalingkanmu untuk sedikit menoleh kepadaku..apakah aku harus jujur dengan apa yang ada...tapi sudahlah kejujuran bukan barang yang mudah untuk terjadi..karena aku takut akan konsekwensi apa yang akan aku dapat..biarlah ...dan semoga kearah yang aku harapkan..

banyak perhentian aku kunjungi..tapi hanya untuk berhenti,tak ada maksud untuk menetap disana..karena aku sudah tertutup kabut rumahmu..dan semoga saja itu bisa aku kunjungi disuatu hari dan waktu..

adakau disana, yang tak tersadar sedang aku nanti, yang tak tau harapanku, yang tak akan ku ganggu sampai aku tau isyarat tuhan bahwa kau akan kembali dan datang kepadaku.

kau disana ....
dan aku disni..
dan kita saling mengacuhkan..
walau aku peduli...
tapi tak tau denganmu.....
0

tak habis pikir aku jadinya, kenapa harus terjadi dan tak bisakah di hindari, kesal marah benci menggunung menjadi satu, lalu mengundang air mata untuk menetes dan menutup mulut untuk terdiam, berhenti sejenak untuk menumpahkan kekesalan dengan sejenak terhenti dan menangis.


adakah sebuah alasan kenapa harus ini yang akhirnya berlaku, jangan katakan aku tak cukup tegar untuk tidak mengakui hal ini adalah alur takkdir yang harus aku ikuti dan akan mengantarkan ke sisi yang terbaik, tapi untuk saat ini aku begitu bodoh untuk menyadari hal ini semua, mataku tertutup, pikiran aku terganggu..lalu akhirnya rasa yang paling aku larang untuk terjadi kepadaku ku ulangi..aku menyesal, dan terpuruk dalam sudut gelap yang tak punya mata yang akan menyalahkan siapa pun dan apapun yang ada.

bagaimana cara bernafas aku sedikit terlupa, karena begitu kuat rasa ini mengahantam dadaku..biarkan aku menangis, biarkan aku mencari alurku sendiri, paling tidak biarkan aku menyesali kesalahanku...

detik, menit. jam hari minggu, bulan tahun....semua tak akan kembali karena kita yang berjalan yang melewatinya...dan aku menyesal karenanya..karena aku yang tak tau apa yang akan kulakukan didalamnya...berilah aku secangkir hangat diderasnya hujan yang membasahiku, segenggam roti ketika aku lapar, dan tempat aku berteduh ketika aku terlempar..aku ingin kau hadir mengenyahkan sesal dan penyesalan yang aku undang..
0
adakalanya manusia berubah dan menginginkan perubahan, baik itu dari hal yang buruk atau dari hal yang baik menjadi hal yang lebih baik, kerena manusia berkembang dan berjalan tak akan dapat diukur ataupun di batasi.

kiranya adanya diriku juga begitu, tapi aku masih disudut yang sama, dan keinginan yang sama, tak usah dikatakan apa yang harus aku dan akan aku lakukan karena semua begitu gamblang jelas dipelupuk mata, kau datang aku akan terdiam, ga ada hal apapun yang kau dan aku lakukan, tapi ketika kau pergi separuh jiwa ku ikut bersamamu.

ku terhanyut, tapi ku begitu takut, tak tau apa dan harus bagaimana, bagitu bodoh untuk mengatakan hal yang kita inginkan. hingga kau pun pergi dan berlalu dan aku masih disini masih menanti kau yang tak pernah terungkap.
0
selalu sama ...

ketika berhenti dan tak mau melangkah..
mencoba berubah tapi dihalangi ketakutan..
bukan aku enggan...tapi aku pengecut..
mendahului ketentuan dengan pesimis..