hampir setahun yang lalu buah hatiku terlahir, indah, aku menjadi seorang ayah yang mempunyai tanggung jawab yang lebih, aku harus siap ya Allah, kuatkan aku
jari mungilnya menggapai gapai, tangisannya pecah, akupun demikian, menetes air mata ini, dan terisak bibir ini, ada kebanggaan dan rasa haru yang tanpa terasa menyelinap kedalam hati,
kulihat wajahnya bersih tanpa noda, tak ada kotoran yang menempel, kau anakku buah hatiku, putri kecilku, dan malaikat hidupku semoga engkau menjadi bidadari kelak disurga.
tangisanmu adalah suatu pertanda bahwa kami, iya kami ayah dan ibumu telah berubah setatus, dari seorang anak menjadi seorang ayah dan ibu. beda status beda juga taggung jawab, tapi kami harus siap dan soakan biar kami siap. siap memberikanmu pengajaran agama, mengenalkanmu dengan penciptam, mengenalkanmu dengan junjungan tercintaNya, dan semua makhluk bumi ini, menjadikanmu berbudi mulia, berhati malaikat yang hanya taat dan patuh kepada Sang Penguasa Alam Raya .
kau harapan kami, tapi mudah mudahan kami tidak membebanimu dengan harapan harapan semu, yang hanya akan kau buru lalu menghilang, kau minum lalu haus kembali, kau makan dan akan lapar kemabali, tapi harap sebagai hamba allah, agar kau kembali menjadi bidadari sorga.
0
aku sudah mulai berdebu
terbatuk batuk, walau langka ini masih pasti
berputar tanpa henti
menjadi saksi atas sejarah insan
yang datang untuk mengabdi
menyingkirkan semua ego demi menyongsong mentari
ya aku...
di pojok kelas menjadi pengingat waktu..penyimpan semua kisah..
teringat pertama kali aku disini
kulihat sesosok insan yang penuh dedikasi
pancaran mata yang penuh harapan.
akan masa depan yang yang lebih indah bagi sesama
kau...
ya kau.. dirimu sosok insan yang penuh dedikasi
datang bagi generasi yang tak tau arah, menjadi sosok yang harapan bangsa
agar tunas dapat tumbuh dan berkembang , walau kadang kau tak dihargai ..
itu sebuah ironi...!!!! kadang ..( diam dan menyeringai )
... memang ... tapi itu sering terjadi..(tertawa terbahak bahak)
pasukan sederhana yang bersenjatakan pena.
jelas dalam ingatan ku
dalam jarum jam, menit dan detik ini tersimpan
waktu itu..( diam sejenak )
kau hampir putus asa dan menyerah.
entah makluk apa yang memasuki salah satu tunas itu ...kau simpan air matamu
dan penuh doa dalam serapahmu . . .agar kelak ia menjadi abdi yang dibanggak....an
atau.....tangis bahagia mu..
ketika tunas itu sudah mulai berkembang dan merindang . . .
walau kau tak diingatnya ,,,, tak mengapa .....
kau tersenyum.... manis sekali . . .
bapak guru ....
harus dengan apa aku menggambarkan mu
kau sosok yang tak ada duanya
dapat tertawa disaat sedih bersamaan
selalu perduli walau kau sering diacuh dan lupakan
masih mampu berlari walau semua beban hidup mengikatmu
kau ada bagai angin
kau datang bagai purnama
kau datang bagai bintang
karena kau adalah mentarinya jaman
kau selalu acuh dengan keberartianmu
kau hanya ingin memberi makna bagi sesama
setengah abad sudah berlalu
kita sudah menjadi kawan ... karena hampir setiap minggu kau menyapaku dengan serbetmu
selepas semua tunas berlalu, dan kau mulai bercerita ...
kita kawan ...sekarang kau pak tua guru dan aku jam tua renta ...
aku jam dipojok kelas .. kepalaku sudah mulai berdebu
karena kau sudah tidak mampu mejangkau ku.
kau mulai renta dan terseok
walau senyummu masih indah
setiap menyambut dan melepas tunas bangsa
aku bangga menjadi sahabatmu
sahabat...
biarlah aku menjadi saksi
ketika kelak tuhan mengunci mulutmu
aku akan menjawab pertanyaan Tuhan
"dimana kau habiskan masa mudamu ?" (suara keras dan lantang)
karena aku tau ... aku benar benar tau
sahabat muda dan tuaku
aku akan simpan semua tangis, tawa sumpah dan doa mu..
dalam jarum jam, menit dan detik ini
semoga Tuhan membalasmu pak Tua
pemberi arti,
penembus tunas menjadi harapan ..
jakarta 17, november 2013
21.00
terbatuk batuk, walau langka ini masih pasti
berputar tanpa henti
menjadi saksi atas sejarah insan
yang datang untuk mengabdi
menyingkirkan semua ego demi menyongsong mentari
ya aku...
di pojok kelas menjadi pengingat waktu..penyimpan semua kisah..
teringat pertama kali aku disini
kulihat sesosok insan yang penuh dedikasi
pancaran mata yang penuh harapan.
akan masa depan yang yang lebih indah bagi sesama
kau...
ya kau.. dirimu sosok insan yang penuh dedikasi
datang bagi generasi yang tak tau arah, menjadi sosok yang harapan bangsa
agar tunas dapat tumbuh dan berkembang , walau kadang kau tak dihargai ..
itu sebuah ironi...!!!! kadang ..( diam dan menyeringai )
... memang ... tapi itu sering terjadi..(tertawa terbahak bahak)
pasukan sederhana yang bersenjatakan pena.
jelas dalam ingatan ku
dalam jarum jam, menit dan detik ini tersimpan
waktu itu..( diam sejenak )
kau hampir putus asa dan menyerah.
entah makluk apa yang memasuki salah satu tunas itu ...kau simpan air matamu
dan penuh doa dalam serapahmu . . .agar kelak ia menjadi abdi yang dibanggak....an
atau.....tangis bahagia mu..
ketika tunas itu sudah mulai berkembang dan merindang . . .
walau kau tak diingatnya ,,,, tak mengapa .....
kau tersenyum.... manis sekali . . .
bapak guru ....
harus dengan apa aku menggambarkan mu
kau sosok yang tak ada duanya
dapat tertawa disaat sedih bersamaan
selalu perduli walau kau sering diacuh dan lupakan
masih mampu berlari walau semua beban hidup mengikatmu
kau ada bagai angin
kau datang bagai purnama
kau datang bagai bintang
karena kau adalah mentarinya jaman
kau selalu acuh dengan keberartianmu
kau hanya ingin memberi makna bagi sesama
setengah abad sudah berlalu
kita sudah menjadi kawan ... karena hampir setiap minggu kau menyapaku dengan serbetmu
selepas semua tunas berlalu, dan kau mulai bercerita ...
kita kawan ...sekarang kau pak tua guru dan aku jam tua renta ...
aku jam dipojok kelas .. kepalaku sudah mulai berdebu
karena kau sudah tidak mampu mejangkau ku.
kau mulai renta dan terseok
walau senyummu masih indah
setiap menyambut dan melepas tunas bangsa
aku bangga menjadi sahabatmu
sahabat...
biarlah aku menjadi saksi
ketika kelak tuhan mengunci mulutmu
aku akan menjawab pertanyaan Tuhan
"dimana kau habiskan masa mudamu ?" (suara keras dan lantang)
karena aku tau ... aku benar benar tau
sahabat muda dan tuaku
aku akan simpan semua tangis, tawa sumpah dan doa mu..
dalam jarum jam, menit dan detik ini
semoga Tuhan membalasmu pak Tua
pemberi arti,
penembus tunas menjadi harapan ..
jakarta 17, november 2013
21.00
ada sedikit rasa yang menyelinap masuk ke dalam hati, biasa tapi semakin lama semakin membekas, kau meninggalkan aku dengan pilihan yang lebih baik ... ya lebih baik aku bisa katakan seperti itu, karena aku akan selalu berusaha jangan sampai karena masalah pribadi kita jadi tidak objective, tidak aku akan katakan begitu karena bagiku kebahagian pribadi yang tak akan lekang oleh waktu,
tapi aku merasa sangat hampa dan pergi untuk mencari arah baru . . .
ini salahlu... karena hanya aku, dan dia tidak tau
semoga kebahagiaan selalu menyertaimu....
tapi aku merasa sangat hampa dan pergi untuk mencari arah baru . . .
ini salahlu... karena hanya aku, dan dia tidak tau
semoga kebahagiaan selalu menyertaimu....

lama tak berjumpa kawan, ketika kita sibuk sering meninggalkan dan tak perduli pada hal hal yang sebenarnya sangat memperdulikan kita sesaat kita terjatuh hancur dan porak poranda, terlalu sering berpaling hati ketika kita sedang dilanda kebahagiaan yang teramat sangat membelit hati kita, kita lupa, kita acuh dan bahkan kita pergi tanpa ada pesan dan kabar berita.
hari ini pun aku kembali, ketika hati sedang rapuh, dihimpit keinginan dan kenyataan, terombang dalam batas ibadah dan dosa berharap keselamatan, tetapi terlalu berat untuk meninggalkan hal hal yang tidak baik bagi hati dan iman.
jiwa merintih tapi air mata tak menetes, atau sebaliknya air mata menetes tapi tak menyirami keringnya jiwa, apakah karena terlalu lama meninggalkan sebuah kalimat taubat, dan terlalu jauh berjalan ke arah kesesatan, semoga saja tidak karena hati selalu ingin kembali. keharibaan yang Maha Kuasa dengan segala kasih dan sayangnya, semoga aku selalu diberi kesempatan untuk kembali dari arah manapun menuju ketaatan dan ketaqwaan berlindung dibawah naunganMu yang Maha Pengasih Di bulan yang penuh berkah di ramadhan yang ke 21...........
semua orang pasti pernah merasakannya, keraguan yang merasuki diri dan jiwa masing masing, tak jarang kita malah tak melakukan apa apa hanya termanggu dengan hal itu, baru untuk hal yang baru, hal yang akan kita kerjakan dan hal yang akan kita raih.
keraguan terkadang membentuk jurang yang dalam sehingga menggerogoti keberanian kita, menjadi pengecut padahal kita adalah seorang pemberani, lalu siapakah sang jagoan???? yaitu seseorang yang mampu melewati keraguannya, karena disana akan terhampar apa yang kita inginkan.
kerguan itu karena ketidak tahuan kita akan suatu hal, lalu kita menjadi tidak mau melangkah,..
laluilah keraguan itu karena aku akan hadir disana sebagai harapan bagimu..
lahirkanlah keyakinan...
hari ini hari jumat ..... basah bukan buatan, sejak pagi selalu mengalir keberkahan dari langit, kadang sebentar terhenti lalu berlanjut kembali. tak terhitung manusia yang dibuai mimpi dengan tetap berselimutkan sampai siang menjelang, karena sampai sekarang cuaca masih basah.. sejuk bukan mainan
teringat tadi malam ... berbagi kisah, berkelu kesah, dari hal yang biasa sampai hal yang serius atau dibuat buat serius, hehe .. tak taulah...semua terjadi yang ringan sampai dengan obrolan yang tidak ada akhir karena penuh dengan perdebatan, hingga ada persetujuan dengan berbagai persaratan... tapi tidak apa apa ..kita sudah belajar untuk berbeda dan menyikapi perbedaan tersebut..
katika kau tanya seberapa menyebalkannya aku dan sudah adakah perbaikan dalam sikap ku, aku hanya mampu mengulum senyum, dan berlalu dengan harapan ....
ketika kau membaca ini, ingatlah kau selalu menjadi yang pertama,
penghilang rasa dari apa yang kumakan
pilihan yang pertama dalam setiap moment
pemicu gemuruh dalam jiwa
pemantik harapan dari setiap usaha
aku ingin menjadi yang terbaik dihadapanmu
dan bagimu..
sampai aku lelah menunggu dan berganti arah
kau akan selalu disana
di ujung harapan harapan dan doa ...
penghilang rasa dari apa yang kumakan
pilihan yang pertama dalam setiap moment
pemicu gemuruh dalam jiwa
pemantik harapan dari setiap usaha
aku ingin menjadi yang terbaik dihadapanmu
dan bagimu..
sampai aku lelah menunggu dan berganti arah
kau akan selalu disana
di ujung harapan harapan dan doa ...
Langganan:
Komentar (Atom)
