Pages

0
selalu sama ...

ketika berhenti dan tak mau melangkah..
mencoba berubah tapi dihalangi ketakutan..
bukan aku enggan...tapi aku pengecut..
mendahului ketentuan dengan pesimis..
0











its not

its not really enough to make all sure.
and all the things must gone by . . .
just gone by... i don't care
don't make me wrong cos of your willing

anything will i face even its the big storm
cos i know in the last I'll find an angle.

but hope u get the best like your mind think.
so take a bow and go on..
standing ovation for the best lie i ever heard.

i am to strong to ask you come back cos i didn't.
0

jendela biarlah tak terbuka tapi mata akan selalu berkelana, mata tak dijaga hati akan berujung nestapa, hanya melihat lalu teringat dan mengganggu, tak buruk memang tapi tak ada kebaikan diddalamnya..menghabiskan waktu seolah olah waktu tidak ada yang akan ditanyakan
padahal semua tau waktu tak akan pernah bisa dibeli dan kembali, tapi mata kita terlalu disiasiakan....
0
















malam itu kita bersama menghabiskan malam, dalam diam dan tanpa tatap muka, kau disana dan aku disini, kebersamaan walau badan berjauhan... aku terdiam memikirkanmu tapi aku tak tau apa yang ada dalam pikiranmu, hanya sekedar menebak apakah itu mungkin bisa, tidak tapi yang pasti kau membuatku terdiam.

aku meminum kopi tapi kepala ku tetap disergap kantuk, karena aku dihinggapi pilihan yang lain..dan aku memikirkannya, walau harapanku sebenarnya dirimu, yang tak pernah terucap tapi selalu kuharapkan...tapi kau akan menjadi tasbih dan zikirku...
0

mata yang tertutuphati yang terbuka pikiran yang berkeliaran takan pernah tau bahwa semua akan kembali lagi, kesini kembali ke balik jendela ini, menyapa mentari pagi, melihat konser alam dalam suara burung yang saling bersahutan.

terletak dismping pintu, tapi terlalu takut untuk membuka pintu, karena pintu terlalu terbuka tidak cukup berani bagi aku yang mempunyai sikap pengecut ini, jendela ini banyak kisah yang telah aku saksikan melihat kegembiraan, kesedihan dan menginip ketika emak pergi dan menunggunya pulang. kabar pertama yang harus aku dapatkan ialah melalui jendela ini, lalu aku akan berlari kearahnya, jelasnya ke kantong bawaannya, yang selalu menyimpan harta karun bagi anak anaknya..tapi tak aku pungkiri kehangatan pelukannya menyembuhkan luka, membangkitkan semangat, dan mengenyahkan ketakutan yang kadang aku bawa dari sekolah dan kewan sepermainanku..

tak cukup lebar tapi cukup untuk mengetahui apa yang sedang terjadi, walau kusam tapi begitu berminyak karena selalu digunakan untuk menyandarkan daguku dan tempat bermain saudara saudaraku, yang akan selalu dibuka di pagihari dan akan ditutup kembali ketika hari sudah mulai senja..

jendela masih ada walau sudah usang tapi kami bangga memilikinya karena itu adalah jendelaku, jendela kehidupanku, yang terlalu takut untuk melihat langsung semuanya..
0

pengganggu tidur, pengisi inspirasi, leleh jadi berarti..hari ini aku bukan aku,karena aku akan menjadi seseorang yang lain, yang hatinya sudah tergadai walau tak digadaikan, yang sudah terbeli walau tak pernah ku jual, dan yyyang anehnyalagi pembelinya pun tak pernah tau bahwa dia yang telah membeli hatiku...

aku adalah penggombal tapi yang lebih hebatnya lagi kau yang terdiam saja mampu menggombaliku, apa kerena aku yang terlalu bodoh, tapi tidak, aku agak mengenal hatiku walau kadang hatiku mempunyai pikiran sendiri dan takbisa aku arahkan.

kaulah yang selalu bermain disana, berlari dipelatarannya, menghias kebuh dan dan relung yang kosongnya
0

biarlah hati yang bicara, jangan biarkan mulut menyusun logika, semua menjadi tumpul adanya ketika aku mengharapkan dirimu hadir, sejenak walau hanya sesaat, tapi sesungguhnya harapanku menjalani selamanya bersamamu.

hari ini kesekian kali aku akui aku rapuh, mengusirmu dari kepalaku aku tak mampu apalagi ketika kau berada disampingku dan ku kau minta pergi, tapi biar lah...hari berlalu bulan bersianr melewati purnamanya tapi kau harus selalu yakin kau akan selalu dihati dan takan pernah terganti..

menantimu dalam doa dan harapan, untuk sekarang kau masih tetap tinggal dalam pikiranku.
dan sampai saat ini rasa ini belum terucap, dan bahkan kau pun belum mengetahuinya..aku akan selalu menyapamu dalam diam, dengan doa dan memperhatikanmu dari jendela.
0

aku hanya disini.
menunggu hal yang pasti..
dengan hal yang tak pasti.
tepi membawa sejuta berkah..
yang tak habis dihisap usia..

semoga aku dipertemukan dan diijinkan untuk bersamanya.
0
selalu indah dan mengagumkan...
ketika sudah berjalan jauh lalu kembali lagi..
0
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKyWsgkm3_ABzgMPlpEbReblg9JJZ-hs9TQQws7OdBxv6QIoY076pEAflguJVJeFj9OzF2BZvhhia_e3uhOxYI2yyp5HbdVTPQMp6Lkr4uUsLiVdHnxpN0gCpIo77vsY-KnfktR_dBZ2nN/s400/senja_akhir_tahun.jpg

sebagian barkata akhir adalah awal yang baru..
tapi bagiku akhir adalah masa masa ketika memberi dan mendapatkan kesan, berhati hati dengan akhir karena citra dan hakikat ada disana.

semua dinilai dari akhir, katika kebahagian maka keempurnaan, tapi ketika kesedihan maka itu adalah sebaliknya..

begitupun Ramadhan kali ini, sudah mendekati akhir, hati semakin was was jangan sampai akhir yang tak kita semua harapan akan terjadi, karena aku tak tau akan atau bisakah menjumpainya lagi.

bagiku ramadhan selalu special dan merindukannya adalah hal yang akan aku lakukan ketika udah tidak lagi bersamanya...

Ramadhan selalu ada dalam hatiku..
0

separuh nafas ramadhan, mengalir dengan syahdu, dengan keikhlasan dan jamuan jamuan yang membuat jiwa terlena, semua berbahagia, kegiatan baru menggantikan kegiatan lama, tapi kita terlalu, separuh waktu hanya digunakan untuk mempersiapkan apa yang kita butuhkan dan hal itu berkaitan dengan apa yang menjadi kesenangan dunia.

separuh ramadhan telah terlewati, tapi aku merasa aku melewatinya juga dengan separuh, entah kemana sebagian yang lain, aku berbahagia tapi ketika berbuka, aku syahdu ketika aku melihat semua berduyun duyun melakukan amalan surgawi, tapi begitu berat untuk melakukannnya sendiri.

ramadhan ini baru separuh, dan aku mengharapkannya utuh tanpa terbagi, jiwa terisi dan jasad melegakan. berikan hamba kemenangan dalam ramadhan kali ini, karena ku berharap kan ramadhan kali ini lebih bermakna..dalam kekhusuan jiwa jiwa yang mengharapkan jiwa robbani...

ya Allah yang aku cintai, aku rindu akan RasulMu..semoga kelak aku dipertemukan dengannya.