Pages

0

kabar itu membuatnya menangis, yah kejutan, datang dengan tiba tiba tanpa ada pirasat, karena sebagian orang sudah tidak peka lagi dengan pirasat alam, tapi ya sepert itulah kejutan ada yang membahagiakan ada juga yang membuat orang tertawa.

kejutan ketika berupa hal yang tidak menyenangkan akan menjadikan orang trauma dan membenci sebuah kejutan. tetapi ketika kejutan berupa hal yang menyenagkan maka dia akan ketagihan dengan kejutan kejutan.

hidup dijaman sekarang penuh dengan kejutan kadang menyenangkan tapi tak sedikit dan tak jarang yang membuat kita diantara batas mati dan hidup. was[ada dengan apayang akan terjadi dengan membekali hari ini dengan segala kebaikan karena jangan lupa kematianpun datangnya mengejutkan.

0
aku mungkin apa apa, dan mungkin aku juga bukan siapa siapa, tak ada yang memperdulikan aku, walau aku begitu peduli, banyak hal yang aku masih ingat dan simpan dalam file kepala aku, mulai yang menyentuh sampai yang memekakan telinga..

suatu ketika ketika hari sangat terik sekali, jalan sedang macet sekali, suasana sedemikian panas sehingga pengendara pun mersakan hal yang sama, entah siapa yang mulai tapi perkelahian itu mulai begitu saja, sang supir yang takit karena di kejar setoran semakin tinggi setiap harinya sementara penumpang yang semakin berkurang karena entah kebijakan darimana dan siapa yang membuat tapi yang  pasti banyak kendaraan dinegriku, sama banyaknya dengan penduduknya. kembali lagi ke sisupir..ya nama nya juga manusia udah tau salah tapi masih mau saja berkelit, dan tidak mengakui kesalahannya tapi yang pasti kejadian itu begitu riuh dan membuat semua orang terbawa susana.

ya mungkin aku hanya batu, ga dipedulikan bahkan aku ditendang dan disingkirkan, tapi mereka harus tau bahwa aku merekam semua hal yang mereka lakukan..suatu ketika tatkala aku diminta menjadi saksi aku akan mengatakan kebenaran yang sesungguhnya tanpa ditambah dan dikurang karena itu adalah sesungguhnya aku...

0
salah tingkah aku dibuatnya, walautau dan sadar diri tapi pandangan itu seolah menelanjangi aku, malu dan ga tau harus berbuat apa, aku bukan orang yang mudah untuk grogi lalu jadi salah tingkah, tapi matamu bagaikan pisau tajam, dan aku tak siap untuk menangkisnya.

seandainya kita bertemu dalam kesempatan dan waktu yang berbeda pasti semua akan jauh lebih baik, dan aku pun tak akan nampak sebodoh ini, tapi biarlah...kali ini aku menelan kekalahan, tapi lain kali akan ku lumat kau dengan pandangan ini, jangan salahkan aku karena kau yang mulai..

mata jendela hati...aku harap kau mengerti, sempat membuat aku lupa diri...
0


perempuan itu sembab matanya, air matanya tak berhenti berjatuhan seperti gerimis yang semakin deras, berusaha ditahan tapi malah semakin terisak, badannya tergoncang karena menahan kesedihan yang semakin dalam.....lalu diam diam dia mendekati jendela...aku hanya menatapnya terpaku, berusaha mencegah tapi aku takut malah semakin mempropokasi, danaku hanya bisa terdiam dengan doa berharap tidak ada se
tan yang lewat dan membisikkan hal hal yang diluar akal sehat...
setiap detik berlalu bagaikan jam... semua begitu lambat, dan sepersekian detik dia
putus harapan, gelap mata dan terjadilah....

hal yang sederhana, kejadian yang sederhana di waktu yang sangat singkat ternyata tak sederhana yang kita dengar dan kita pikirkan, begitu mudah menilai tapa kita berpikir dampak dari penilaian yang kita pikirkan, semua tak sederhana...tapi bukan pula semua begitu sulit, hanya semua butuh penghayatan...penghargaan dan waktu yang kita berikan, berilah arti semua orang maka kita akan menjadi sangat berharga.

jalan yang jauh bukan berarti tidak mungkin ditempuh, tapi butuh persiapan dan penghargaan, semua harus di pikir sederhana, tapi tidak untuk di sepele kan...
aku menanti orang yang mampu mengerti aku...sederhana....