sudah berapa lama hati kita mulai membatu..??? semakin kesini kita semakin membunuh rasa kemanusiaan kita, mulai dari rasa cuek karena kita juga merasa punya masalah, sampai hilangnya rasa kepedulian..
ketika kita melewati jalan dan terlihat ada orang yang kurang beruntung, jangan jangan prasangka kita yang lebih dahulu kita kedepankan. tidak mau memberi karena alasan mereka terorganisir ga mau bersedekah karena alasan kita juga punya masalah, lalu dimana kita simpan rasa kepdulian kita yang ketika kita lahir begitu besar dan tumbuh dengan subur, tapi semakin lama semakin gersang..!!! atau jangan jangan kita juga akan berkata ini semua berasal dari abu pulkanik yang sekarang lagi sering kali kita bicarakan, itulah kita selalu mencoba mencari jalan keluar dengan menjadikan dan membuat kambing hitam, alasan selalu bermula dari orang lain yang kita dahulukan, karena kita begitu pengecut untuk mengakui diri, bahwa kitalah penyebab semua kesusahan ini..
pintar sekali kita membuat alibi, tapi amat teramat sangat bebal untuk mengakui kita adalah aktor kegagalan, kita takut dianggap tidak peduli, sehingga ketika suatu ketika kita peduli belum cukup rasanya hanya kita dan Tuhan kita yang tahu... membantu korban seperti halnya merapi di jadikan alat untuk eksploitasi dan memcari simpati, apakah kita masih dikatakan orang yang peduli...!!!
aku kecewa dengan keadaan ini, kecewa kepada diri yang hanya ingin diberi dan kadang sangat berat untuk memberi, kecewa karena untuk sebuah kebaikan akan berpikir seribu kali dan selalu curiga dengan penggunaannya, padahal kita juga tau bahwa harta yang baik akan mendekatan kesurga atau kebikan kebaikan yang lainnya, sehingga orang yang mendapatkan harta yang baik dari kita akan menjadi orang baik pula, apa jangan jangan kita sudah diselimuti oleh makanan yang ga jelas yang membuat kita juga ga jelas dalam bersikap, sehingga untuk melakukan segala hal kita juga jadi gamang.. apa jangan jangan apa yang kita makan adalah harta haram.. yang bukan membuat gamang lagi tapi malah membuat kita untuk menolng dan berbuat yang berarti, yang membuat kita enggan untuk melangkahkan kaki ke mesjid, yang membuat kita enggan untuk mengulurkan tangan kita ketika ada yang memerlukan, ketika hati kita pun sudah mulai terserang daki yang jangankan membantu untuk sampai terharupun itu amat teramat sulit...
kita berdoa, semoga kita tidak selalu menjadi orang yang diujung, yang selalu bingung menempatkan diri....
ketika kita melewati jalan dan terlihat ada orang yang kurang beruntung, jangan jangan prasangka kita yang lebih dahulu kita kedepankan. tidak mau memberi karena alasan mereka terorganisir ga mau bersedekah karena alasan kita juga punya masalah, lalu dimana kita simpan rasa kepdulian kita yang ketika kita lahir begitu besar dan tumbuh dengan subur, tapi semakin lama semakin gersang..!!! atau jangan jangan kita juga akan berkata ini semua berasal dari abu pulkanik yang sekarang lagi sering kali kita bicarakan, itulah kita selalu mencoba mencari jalan keluar dengan menjadikan dan membuat kambing hitam, alasan selalu bermula dari orang lain yang kita dahulukan, karena kita begitu pengecut untuk mengakui diri, bahwa kitalah penyebab semua kesusahan ini..
pintar sekali kita membuat alibi, tapi amat teramat sangat bebal untuk mengakui kita adalah aktor kegagalan, kita takut dianggap tidak peduli, sehingga ketika suatu ketika kita peduli belum cukup rasanya hanya kita dan Tuhan kita yang tahu... membantu korban seperti halnya merapi di jadikan alat untuk eksploitasi dan memcari simpati, apakah kita masih dikatakan orang yang peduli...!!!
aku kecewa dengan keadaan ini, kecewa kepada diri yang hanya ingin diberi dan kadang sangat berat untuk memberi, kecewa karena untuk sebuah kebaikan akan berpikir seribu kali dan selalu curiga dengan penggunaannya, padahal kita juga tau bahwa harta yang baik akan mendekatan kesurga atau kebikan kebaikan yang lainnya, sehingga orang yang mendapatkan harta yang baik dari kita akan menjadi orang baik pula, apa jangan jangan kita sudah diselimuti oleh makanan yang ga jelas yang membuat kita juga ga jelas dalam bersikap, sehingga untuk melakukan segala hal kita juga jadi gamang.. apa jangan jangan apa yang kita makan adalah harta haram.. yang bukan membuat gamang lagi tapi malah membuat kita untuk menolng dan berbuat yang berarti, yang membuat kita enggan untuk melangkahkan kaki ke mesjid, yang membuat kita enggan untuk mengulurkan tangan kita ketika ada yang memerlukan, ketika hati kita pun sudah mulai terserang daki yang jangankan membantu untuk sampai terharupun itu amat teramat sulit...
kita berdoa, semoga kita tidak selalu menjadi orang yang diujung, yang selalu bingung menempatkan diri....





0 komentar:
Posting Komentar