
ke akuan adalah hal yang paling kita seringkatakan, tapi itu hanya bagi hal yang baik, tapi bertolak belakang ketika yang dihadapi adalah sebuah ujian dan pertanggung jawaban,....nyaris nama aku hilang ditelan bumi yang ada hanya kamu, mereka, dia dan yang lainnya..untuk hal yang neatif ini jangan kan yang belum terbukti yang sudah terbukti aja kadang mengelak...ampunlah kita sebagai manusia.
kata aku dan sipat aku adalah semua olak ukur bagi apa yang sedang terjadi, ketika kita tampil sempurna nyaris nama kita yang akan pertama kali disebut walau pada masa itu hanya sebagian kecil sumbangsih yang kitra berikan, kita anggap semua nyaman katika kita mendapatkan kenyamanan walau berapa puluh orang atau bahkan berapa ratus orang yang sedang menderita karenanya, tapi lain lagi ketika kita menderita walaupun berapa juta orang bersenan karenanya maka kita akan memproklamirkan seolah kita semua sedang dalam masalah yang menyangkut kita semua..
tak salah memang mencintai diri tapi bukan karna itu juga kita jadi buta, buta kepada sesama dan selalu meletakan kepentingan kita di atas kepentingan orang lain. semakin kita merasa dipentingkan maka pada hakikatnya kita sedang mengkerdilkan diri kita. tetapi semakin kita mengecilkan ke akuan maka akan semakin besar penghargaan yang akan kita dapatkan.
jangan menyalahkan ketika kita mendapatkan musibah dan salah, tapi rabalah hati dan diri kita, da saya yakin kita adalah pangkal masalah apa yang menimpa kita, hanya orang orang besarlah yang mampu berjiwa besar dengan mengakui kesalahan diri,tapi bukan karna kita mengakui kita salah lalu kita ingin selalu dimaklumi, tapi kita tampilan sesempurna mungkin bagi orang lain, tapi akuilah ketika orang menemukan ketidak sempurnaan kita.





0 komentar:
Posting Komentar