jangan sampai menjadi orang lupa diri, bagaikan kacang upa kulitnya, bayi lupa ari arinya atau mungkin murid lupa gurunya. ga keren tau, karna akan banyak mendapat celaan karna semua orang akan ikut tidak suka dengan semua pribadinya, kaya nolonganjing kejepit, ditolong malah ngegigit, itu kasarnya atau kalo ga tau balas budi hanya d itingga pergi tanpa berkata thank..
tapi itu lah manusia, jadi ga salah ketika ada kisah korun, sahabat nabi sampai yang dalam negri pun ada dan lebih dahsyat lagi... maling kundang, dikutuk menjadi batu karna tak tau diri...
loh mang apa sebabnya? ko bisa lupa diri kaya gitu.... gini ceritanya.... tapi sebelumnya kita meminta kepada Allah agar dijadikan hamba yang senantiasa bersukur dan sabar dengan semua pemberian Allah kepada kita.. lalu apa? gini yang namanya harta itu kadangf membuat orang silau, dan percaya atau tiidak harta itu bagaikan air dilautan semakin kita menumpuk akan semakin kita diuat haus, yang tadinya bercita cita ingin punya sekarung tiba tiba akan berubah ingin menjadi segunung.
memang unik dunia ini... segala macam tersedia bagi manusia, dan menurut FirmanNya "dunia akan mempu mencukupi kebutuhan semua makhluk yang ada didalamnya, tapi tak akan pernah cukup untuk mencukupi nafsu seseorang yang rakus" mantap.... inilah yang namanya nafsu manusia itu tanpa batas... dan katika kita mengikutinya maka pada hakikatnya kita sedang menggiring untuk menyengsarakan diri sendiri....
dan satu lagi dengan tau diri maka kita akan tau Tuhannya, dan ketika kita tau diri kita akan selalu menjadi orang yang berbudi.





0 komentar:
Posting Komentar