Pages

serba darurat itulah hal indah yang pas untuk menggambarkan awal tahun 2013... kenapa dikatakan darurat ??? karena banyak hal yang kita lakukan serba mepet dan hampir keserempet, acara dadakan dan alakadarnya selalu kita nikmati, seperti kejutan yang selalu membuat kita terbelalak lalu tersenyum...indah bukan buatan..

acara pertama disaat orang susah sekali mencari penghidupan sampai ada yang berjuang di negri jiran bahhkan tak sedikit harapan yang menjadi sebuah petaka, di mulai di siksa sampai diperkosa demi mencari sesuap rejaki, pemerintah kita malah menghabiskan miliyaran rupiah untuk sebuah pertunjukan yang hanya berlangsung 15 menit, dan tanpa kita sadari itu hanyalah sebuah tipuan, kita terlena dengan cahaya warna dan kita tidak mendapakan apa apa ... kembang api dibakar seperti kita membakar harapan para migran orang kita yang terasing di negri jiran, menyimpan harapan akan kembali dengan kebahagiaan, satu hal untuk menggambarkan manusia indonesia dan pemerintahnya, yaitu "terlalu"
darurat untuk moralitas kita yang diambang kehancuran..

pertengahan januari, kita juga dihadapkan kedalam persoalan yang sama, jakarta darurat banjir, tak heran memang karena itu sudah menjadi agenda rutinitas ibu kota negara ini, sebenarnya ini hanya pemaluman yang sudah putus harapan akan adanya sebuah solusi dari hal yang negative yangmenghinggapi kita, sehingga tumbuh mentalitas dalam setiap orang bahwa ini sudah menjadi adat, buruk atau baik kita tanya kepada orang yang hidup di petak petak kontrakan, yang bekerja sebagai buruh, yang tinggal di dekat kali, yang hidup dibawah standar layak, yang harapannnya masih tergadai, yang mimpinya masih menjadi angan yang tinggi, yang mendamba bisa makan dan hidup tenang, tega sekali, ketika kita menyalahkan banjir, sepertinya tidak ada yang salah dengan air, musim hujan selalu tepat waktu dan tak pernah ingkar janji dan selalu sama apa yang dibawa, pernahkah anda melihat suatu saat hujan membawa batu, atau mengirim logam, jawabannya pasti tidak karena hujan akan selalu membawa air, dalam debit yang sama dalam ukuran yang sama dan bentuk yang sama juga, tapi apa yang salah????

jawabannya kita , kita yang salah, kita yang merampas tempat kemana mereka memberikan rejeki, seyogyanya hujan adalah rahmat yang selalu menumbuhkan dan memberikan kesejukan, tapi kita yang mengubahnya menjadi petaka, yang  menghantam kita karena ulah kita, kita yang salah ita yang alfa, mohon ampun segera, sebelum kesalahan itu menenggelamkan kita..

semoga keadaan darurat ini membuat kita insaf,
semoga keadaan darurat ini menjadikan kita peduli, bahwa bukan hanya kita yang akan tersakiti dari hal butuk yang kita lakukan...
kembali, karena kita tak mampu untuk menghadapi fitrah allah pada bumi...

0 komentar:

Posting Komentar