
tak habis pikir aku jadinya, kenapa harus terjadi dan tak bisakah di hindari, kesal marah benci menggunung menjadi satu, lalu mengundang air mata untuk menetes dan menutup mulut untuk terdiam, berhenti sejenak untuk menumpahkan kekesalan dengan sejenak terhenti dan menangis.
adakah sebuah alasan kenapa harus ini yang akhirnya berlaku, jangan katakan aku tak cukup tegar untuk tidak mengakui hal ini adalah alur takkdir yang harus aku ikuti dan akan mengantarkan ke sisi yang terbaik, tapi untuk saat ini aku begitu bodoh untuk menyadari hal ini semua, mataku tertutup, pikiran aku terganggu..lalu akhirnya rasa yang paling aku larang untuk terjadi kepadaku ku ulangi..aku menyesal, dan terpuruk dalam sudut gelap yang tak punya mata yang akan menyalahkan siapa pun dan apapun yang ada.
bagaimana cara bernafas aku sedikit terlupa, karena begitu kuat rasa ini mengahantam dadaku..biarkan aku menangis, biarkan aku mencari alurku sendiri, paling tidak biarkan aku menyesali kesalahanku...
detik, menit. jam hari minggu, bulan tahun....semua tak akan kembali karena kita yang berjalan yang melewatinya...dan aku menyesal karenanya..karena aku yang tak tau apa yang akan kulakukan didalamnya...berilah aku secangkir hangat diderasnya hujan yang membasahiku, segenggam roti ketika aku lapar, dan tempat aku berteduh ketika aku terlempar..aku ingin kau hadir mengenyahkan sesal dan penyesalan yang aku undang..





0 komentar:
Posting Komentar