Pages

melihat indahnya malam dengan cahaya bintang, yang jatuh dan bertaburan di pucuk pucuk kelapa, ditiup angin yang semilir berhembus menggoyangkan nyiurnya pelan teratur dan damai, dan kadang awan berarak beriringan seolah bekejar kejaran dan dengan malu malu kadang menyembunyikan bulan yang hanya tersisa sabitnya dimalam 24... kadang suara jangkrik dan bintang malam silih bersautan entah apa yang mereka bicarakan, ingin rasanya memcari tau apa yang sedang terjadi dan sedang mereka bicarakan... apakah mereka juga sedang memandangi sabit dan mengaguminya seperti ku, atau bercanda ria dengan keluarga, berkumpul dan bertegursapa yang sebagian manusia menghargainya dengan sangat mahal karna begitu bernafsu mengejar impian yang pada dasarnya itu adalah sebuah nafsu yang disembunyikan..

mataku menatap jauh, setelah puas menatap dedaunan berpindah keawan, kelangit yang walau malam tetapi warna yang aku dapatkan warnabiru yang penuh kedamaian, dan ternyata tatapanku semakin dalam hingga yang aku lihat adalah semua yang baru, aku terbuai dalam lamunan, mecari pandanganku sendiri yang aku kaburkan dengan sebuah khyalan, khayalan yang jauh melintasi apa yang ada dan apa yang tampak sekitarnya, memandangnya seolah ingin menelannya bulat bulat hingga tak ada lagi yang tersisa selain dilumatkan dalam pandangan mata ini.

mata adalah jendela terlalu sering dibuka akan membuat kita banyak berkarya, tapi jangan semua kita lihat karena ada hal yang kita lihat akan membuat kita terlupa dan membuat kita lupa diri.... sebuah tatapan adalah sebuah awal yang menyapa yang akan memperlihatkan diri kita sebenarnya, jaga dan tundukan untuk hal yang tidak berguna agar mata kita mempunyai pandangan malaikat.

0 komentar:

Posting Komentar